5 Investor Cerdas Ini Mengeruk Untung Setelah Berinvestasi pada Perusahaan Teknologi

FB_3Saat ini perusahaan teknologi sudah menjadi ladang subur yang menghasilkan banyak uang. Tidak heran karena teknologi semakin memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Jadi sudah bukan hal yang aneh jika banyak investor yang berburu perusahaan teknologi berprospek cerah.

Namun, ternyata ada beberapa investor yang menyadari prospek perusahaan teknologi jauh sebelum orang-orang lainnya menyadarinya. Tidak heran jika mereka mengeruk untuk yang cukup besar dari analasis brilian tersebut.

Berikut ini 5 investor teknologi paling cerdas yang dikutip CekAja dari Forbes Midas’s List:

Jim Goetz ( WhatsApp)

Gelar master of science dari Stanford University nampaknya benar-benar menunjukkan betapa cerdasnya Jim Goetz. Bukan hanya menguasai ilmu pasti, rupanya Goetz juga jago berinvestasi. Pria berusia 50 tahun ini berhasil mengejutkan dunia investasi saat dirinya menanamkan modal pada WhatsApp.

Belakangan, aplikasi berbgi pesan tersebut rupanya booming. Menariknya lagi, ayah tiga anak ini tetap meneruskan investasinya ketika WhatsApp dibeli oleh Facebook. Goetz pun berhasil menggandakan uang US$ 60 juta menjadi lebih dari US$ 3 miliar melalui saham Facebook.

Bahkan dirinya berhasil mencatatkan diri sebagai pelaku salah satu transaksi terbaik sepanjang sejarah dunia venture capital.

Steve Anderson ( Instagram)

Pria berusia 47 tahun asal San Fransisco, Amerika Serikat, ini mengalami kesuksesan besar setelah berinvestasi pada beberapa perusahaan besar seperti Twitter, Instagram, Path, Social Finance, Heroku dan Stitch Fix jauh lebih dulu dibandingkan investor lainnya.

Namun, sukses terbesar pendiri Base Line Ventures ini adalah saat dirinya menjadi pemodal pertama Instagram. Anderson kemudian memperoleh US$ 1 miliar setelah menjual Instagram pada Facebook.

Chris Sacca (Twitter)

Masih muda, maskulin dan pintar berinvestasi. Itulah gambaran tentang Chris Sacca, pria berusia 40 tahun yang menjadi investor perusahaan teknologi. Salah satu investasi yang dianggap paling sukses adalah ketika dia menanam saham di Twitter.

Bukan cuma itu, dirinya juga menjadi salah satu investor awal aplikasi berbagi foto dan video ternama Instagram yang dihargai oleh Facebook hingga US$ 1 miliar. Hebatnya lagi, Sacca tidak pernah mempelajari ilmu bisnis atau teknologi, dia bahkan tidak tahu bagaimana cara memprogram komputer ataupun bekerja di sebuah perusahaan besar.

Pria berusia 39 tahun ini hanya dikenal jitu memilih perusahaan teknologi berprospek cerah dan mampu memicu para foundernya mengembangkan perusahaan.

Peter Fenton (Twitter)

Peter Fenton merupakan pria berusia 43 tahun yang menjadi salah satu dari 6 orang petinggi Bechmark, sebuah perusahaan ventura yang sangat terkenal. Dirinya menempati posisi keempat dalam daftar kali ini karena keahliannya berinvestasi pada perusahaan teknologi.

Sejumlah perusahaan yang melambungkan namanya adalahTwitter, Hortonworks dan New Relic.

Mary Meeker (Facebook)

Satu-satunya wanita yang masuk dalam daftar 5 investor teknologi tahun 2016, Mary Meeker, nampaknya benar-benar bisa menebak masa depan perusahaan teknologi tertentu. Dirinya merupakan salah satu orang yang menjadi investor Facebook, JD.com, Spotify, dan Airbnb.

Sumber :
https://www.cekaja.com/info/5-investor-cerdas-ini-mengeruk-untung-setelah-berinvestasi-pada-perusahaan-teknologi/