AI Google Mampu Prediksi Kapan Seseorang Meninggal, Akurat 95 Persen

Google LLC adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkekhususan pada jasa dan produk Internet. Google menjangkau hampir semua aspek kehidupan digital meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring.

AI Google Mampu Prediksi Kapan Seseorang Meninggal

Gambar hanya ilustrasi  – AI Google Mampu Prediksi Kapan Seseorang Meninggal

Namun, baru-baru ini, Google mengumumkan hasil kerjanya dibidang Kecerdasan Buatan yang menarik perhatian publik. Bagaimana tidak, sekarang, raksasa teknologi itu menyebut bahwa artificial intelegent (AI) atau Kecerdasan Buatan ciptaannya mampu memprediksi kapan seseorang akan meninggal.

Dikembangkan oleh tim peneliti dari Stanford, Universitas Chicago, dan UC San Francisco. Google menggunakan jenis algoritma baru pada kecerdasan buatannya untuk membuat prediksi tentang kemungkinan kematian di antara pasien rumah sakit.

Sebuah makalah yang diterbitkan bulan lalu di jurnal Nature menjelaskan bagaimana algoritma prediksinya menggunakan set data yang sangat besar untuk menentukan apakah pasien rawat inap akan bertahan hidup di dua rumah sakit yang berbeda.

Dalam uji coba ini, para peneliti melakukan penelitian di dua rumah sakit Amerika Serikat dengan hasil 95 persen akurat di rumah sakit pertama dan 93 persen akurat di rumah sakit kedua.

Seberapa akuratkan AI itu?, Beginilah cara AI Google dalam memprediksi berdasarkan berbagai hasil :

  • Memprediksi lama seorang pasien nginap di rumah sakit – 0,86 (Google) vs 0,76 (metode tradisional)
  • Memprediksi kematian pasien rawat inap – 0,95 (Google) vs 0,86 (metode tradisional)
  • Memprediksi readmissions yang tidak diharapkan setelah pasien dipulangkan – 0,77 (Google) vs 0,70 (metode tradisional)

“Ini secara signifikan lebih akurat daripada model prediksi tradisional,” tulis para peneliti dalam laporannya dikutip dari The Independent, Rabu (01/07/2018). Model ini mengungguli model prediktif tradisional yang digunakan secara klinis dalam semua kasus.

Memprediksi kematian kemungkinan akan memicu ketakutan di bagi mereka yang khawatir bahwa AI mungkin suatu hari memegang terlalu banyak kendali terhadap manusia.

Meski demikian, kita tidak perlu khawatir akan hal itu, dikarenakan teknologi tersebut akan digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari dan meningkatkan analisis demi memprioritaskan perawatan bagi pasien rumah sakit.

Dikutip dari idependent, Google menunjuk anak perusahaan DeepMind yang dianggap oleh beberapa akademisi untuk menjadi pemimpin dalam penelitian kecerdasan buatan.

Bagaimanapun, ini sudah mengundang kontroversi, setelah Deepmind kedapatan memiliki akses ke 1,6 juta rekam medis pasien NHS di tiga rumah sakit yang dikelola oleh Royal Free Trust di London pada tahun 2013 silam.