LP2STM TETAPKAN KETUA DAN DIREKTUR BARU

Oleh : Zikrul Khalid
Berhubung berakhirnya masa jabatan ketua badan pengurus riset Aceh yang sebelumnya dipimpin oleh Zikrul Khalid, ST., MT. Inilah saatnya estafet kepemimpinan baru dalam badan pengurus mesti di lakukan sebagai salah satu bentuk penyegaran pengurus kelembagaan tersebut.

Proses penetapannya dilakukan melalui rapat badan pendiri yang di gelar di Banda Aceh secara musyawarah mufakat untuk pemilihan ketua badan pengurus yang baru masa kerja 2019-2024.

“Sekarang para pendiri sedang musyawarah mufakat untuk mencapai aklamasi,” kata Zikrul Khalid, ST., MT selaku Ketua Badan Pendiri LP2STM Aceh saat ini.

Dalam rapat tersebut, para pendiri akan memilih calon ketua beserta calon direktur. Ketua dan direktur yang terpilih bukan hanya dilihat dari banyak suara yang memihak melainkan dari intelektual, pengalaman, serta hasil nyata dalam mengembangkan misi dan program kerja lembaga tersebut.

Penyerahan SK Ketua dan Direktur Badan Pengurus 2019-2024 (Sabtu,9/11)

Berdasarkan Mayoritas yg hadir dalam rapat Pendiri LP2STM Aceh, terpilihlah Saudara Saisa, ST., MT sebagai ketua badan pengurus riset Aceh masa kerja 2019-2024. Dan saudara Salfauqi Nurman, S.Si., M.Si untuk posisi direktur learning masa kerja 2019-2024.

Mereka yang akan nantinya merumuskan beberapa hal menyangkut program kerja ke depan dalam jangka menengah.

Penetapan Ketua dan Direktur tersebut berlangsung pada hari Sabtu (2 November 2019) yang bertempat di Banda Aceh. Diharapkan kepada pejabat baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan satuan masing-masing agar dapat menjalankan program kerja demi terwujudnya perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi di Aceh maupun Indonesia.

“Pesan kami, terus berkarya dan berjaya. Serta bekerja sambil berusaha mewujudkan cita-cita lembaga demi terwujudkan perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi”, ungkap Zikrul.

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sekawan Teknokrat Mandiri (LP2STM) Aceh merupakan badan riset dan inovasi swasta yang bergerak pada bidang sains dan teknologi (iptek) pertama di Aceh.  Dalam memajukan sebuah kelembagaan, menyegarkan kepengurusan maupun pelaksana program kerja adalah solusi yang tepat guna memantapkan kualitas kepemimpinan, mengembangkan kemampuan manajerial dan memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman bagi pengurus, sehingga diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan kepadanya secara profesional dan proporsional.