Indonesia Lebih Kaya Sumber Energi Terbarukan

JAKARTA – Penilaian sejumlah kalangan bahwa Indonesia negara kaya minyak adalah keliru. Indonesia lebih banyak memiliki energi seperti batu bara, gas dan gas metana batu bara atau coal bed methane (CBM), shale gas, panas bumi dan air, serta bahan bakar nabati (BBN).



Persepsi keliru lainnya ialah harga BBM harus murah sekali tanpa berpikir bahwa hal itu menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi BBM selain
kebergantungan pada BBM yang berkelanjutan, impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar, serta makin sulitnya energi lain berkembang.

Saat ini Indonesia lebih kaya energi terbarukan, seperti batu bara, gas, gas metana batu bara, panas bumi, dan air.

Berdasarkan data, tahun 2011 produksi minyak 902 ribu barel per hari, produksi gas 1,5 juta barel ekuivalen minyak, dan batu bara 3,4 juta barel per hari, sementara BBM 499 ribu, gas 797 ribu, dan batu bara 2,4 juta barel. Cadangan gas tercatat 18,7 miliar atau finia kali lipat, sementara cadangan batu bara 67,8 miliar atau 18 kali lipat.

Maka, pengembangan energi alternatif dengan memanfaatkan potensi yang ada harus digalakkan. Terobosan teknologi di CBM (gas di lapisan batu bara dengan dewatering atau memproduksi air lebih dulu) dan di shale gas (gas yang tertinggal di batuan induk dengan fracturing) di Amerika, misalnya, hendaknya dapat diterapkan di Indonesia. Jika Indonesia dapat menerapkan teknologi seperti itu, kita akan memunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh gas yang besar seperti di Amerika.

Pembatasan BBM
Kebijakan pemerintah dalam pembatasan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk mobil pribadi dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke atas dimulai Mei 2012. Dengan keluarnya kebijakan itu, mobil-mobil pribadi di atas 1.500 cc otomatis harus menggunakan BBM jenis pertamax.

Hal ini bertujuan, agar tidak timbul kericuhan di SPBU dan kebingungan di kalangan petugas SPBU.

Pemberian stiker hanya dilakukan pada mobil ber-cc 1.300 ke bawah. Mobil 1.500 cc ke atas tidak diberikan stiker sehinga tidak diperbolehkan membeli BBM jenis premium.

Sumber : https://kemenperin.go.id/artikel/3074/Indonesia-Kaya-Energi-Terbarukan-