SEJARAH

Sejarah Pendirian LP2STM Aceh
Lembaga Penelitian dan Pengembangan  Sekawan Teknokrat Mandiri (LP2STM) Aceh merupakan sebuah lembaga riset swasta yang bergerak untuk menghasilkan penelitian dan pengembangan serta pengelolaan hasil riset inovasi sekaligus sebagai layanan  pusat informasi ilmiah, teknologi tepat guna, maupun advokasi riset secara akademisi dan  ilmiah keilmuwan. LP2STM Aceh didirikan pada  tanggal 13 Oktober 2014, atas inisiatif Zikrul Khalid, ST, MT; Anisa Silvia Rosalina, ST; dan Lisma Luciana, S.Si, MT sesuai dengan akta nomor : 09 tanggal 13 Oktober 2014 yang dibuat oleh Notaris : Evi Melwinta Morin, SH di Banda Aceh, Aceh. Dan di ikuti surat keterangan berdomilisi lembaga nomor : 471.13 / 0830 tanggal 16 oktober 2014 yang dikeluarkan oleh Keuchik / Kepala Desa Gampong Geuceu Meunara Kec. Jaya Baru Kota Banda Aceh.

Adapun tujuannya, guna mendorong terciptanya pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan seni  dalam meningkatkan kualitas hidup dan peradaban masyarakat.

Saat ini jumlah anggota LP2STM sebanyak 50 Orang yang terdiri dari dosen, peneliti, pakar, ilmuwan, konsultan, maupun pengusaha.

Peran LP2STM Aceh

  • Sebagai Pusat Informasi Ilmiah (Scientific Information Center) di Aceh dalam mendorong kreativitas, inovasi dan produktivitas periset melalui berbagai kajian penelitian seperti hibah bersaing, penelitian dosen muda dan penelitian keilmuan lainnya.
  • Sebagai wahana bersama Teknologi Tepat Guna di Aceh dalam memainkan peran yang lebih optimal untuk mendorong transformasi riset bagi upaya meningkatkan kualitas dan fasilitas pendukung teknologi maupun produk yang berdaya saing internasional.
  • Sebagai wahana bersama untuk Advokasi riset (Advocacy Research), salah satunya melalui serangkaian tindakan advokasi yang dilakukan secara akademisi dan  ilmiah keilmuwan. LP2STM juga yakin bahwa keunggulan riset mampu menopang inisiatif dan keberlangsungan advokasi. Untuk itu, LP2STM selalu berusaha mengidentifikasi berbagai fasilitas dan kesempatan agar riset yang dihasilkan selama ini strategis untuk diadvokasikan. Advokasi yang diperankan LP2STM tidak sekedar berorientasi untuk melahirkan pemikiran dan teknologi baru, tapi juga merespon agenda technology for humanity melalui pendalaman terhadap dinamika riset (research issues) dan berupaya menyediakan penafsiran yang lebih progresif. Langkah ini berpeluang diwujudkan pada dua wilayah aksi yang menjadi konsentrasi LP2STM, legislasi dan riset. Tidak semua jalur advokasi bisa maksimal dan langsung dilalui sendiri oleh LP2STM. kegiatan ilmiah dan kelompok-kelompok diskusi diperlukan untuk kesamaan gagasan, strategi atau pendekatan, menjadi sebuah pilihan. Bahkan untuk makin memperluas cakupan dan dukungan, dapat bermitra dengan NGO di daerah, organisasi profesional, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan para ahli.