Sensor Pendeksi Covid-19 pada HP Seharga 800 Ribu

62 / 100 Skor SEO

Virus corona lakukan proses pencegahan dini

Lp2stm.or.id – Sensor ini, digunakan untuk mendeteksi Covid-19 dari infeksi virus corona melalui air liur pada handphone (hp) telah dikembangkan. Harga sensor seperti ini akan dijual di pasar seharga Rp800 ribu.

Untuk ini perangkat sensor pendeteksi Covid-19 akan tersedia untuk umum paling cepat dalam bulan Agustus.

Tim peneliti telah mengklaim, bahwa sensor ini dapat digunakan berulang kali. Dan Sensor ini, mampu mendeteksi infeksi virus corona dalam hitungan 1 menit.

Dalam sensor ini, dijelaskan tentang bagaimana mendeteksi infeksi lewat bersin, batuk, dan pada saat pengguna bernapas, sehingga akan diarahkan ke sensor ini. Adapun cara lainnya, yaitu dengan cara menempelkan cairan liur melalui tes swab ke sensor ini.

Sensor ini telah dikembangkan oleh Universitas Utah di Salt Lake City, Amerika Serikat . Pada saat ini, sensor pendeteksi Covid-19 telah dilakukan pengujian untuk terkoneksi dengan iPhone. Proyek sensor ini merupakan pengembangan dari sensor sebelumnya yang ditujukan dalam mendeteksi virus Zika.

Harapan dari Peneliti, bahwa sensor Covid-19 ini dapat digunakan untuk alat tes Suspect . Dan juga bisa dipergunakan sebagai metode pendeteksi alternatif bagi pengguna secara lebih cepat, murah serta nyaman.

Info dari Apple Insider, diberitakan bahwa Massood Tabib-Azar sebagai pemimpin proyek sensor Covid-19 telah menyampaikan mengenai ukuran, koneksi, dan daya yang akan dipergunakan pada sensor itu.

“Pengguna hanya perlu mencolokkan sensor ke port pengisian daya ponsel mereka dan meluncurkan aplikasi pendamping sebelum menempatkan partikel air liur mikroskopis ke atasnya. Pada menit berikutnya, hasilnya akan ditampilkan pada ponsel. Jika virus ada, untaian DNA pada sensor mengikat proteinnya. Ini memicu hambatan listrik, menandakan hasil positif,” ujar Tabib-Azir.

Sensor ini akan bekerja dengan bantuan aplikasi pendamping yang mampu mendeteksi Covid-19. Dari partikel air liur, lalu ditempelkan ke sensor agar bisa terbaca.

Tabib- Azar menyampaikan bahwa untaian DNA yang terdapat pada virus corona akan mengikat protein pada sensor, sehingga pada gilirannya akan menciptakan sebuah hambatan listrik serta memicu hasil positif maupun negatif.

Setelah proses tes selesai, maka sampel tersebut dapat dihancurkan menggunakan aliran arus listrik. Sehingga sensor ini masih tetap steril dan dapat digunakan kembali untuk tes yang lain.


Langkah lainnya, apabila hasil tes menunjukkan positif maka para pengguna akan langsung dikirim ke otoritas kesehatan. Sehingga pihak pemerintah dapat langsung mendata jumlah pasien yang positif virus corona.

Editor : Zikrul Khalid