LP2STM sebagai organisasi non pemerintah yang independen dan profesional tetap memiliki tanggung jawab untuk bekerja pada dua dimensi sekaligus yaitu melakukan penguatan kepada masyarakat dan mendorong perubahan kebijakan kepada pemerintah. Dalam hal ini masyarakat sipil membutuhkan informasi akurat dan ketrampilan yang memadai untuk mengontrol serta memastikan kebijakan, program dan anggaran dari pemerintah bermanfaat langsung kepada masyarakat.
Di sisi lain pemerintah sebagai pengambil kebijakan hanya berpedoman pada hal-hal yang bersifat administratif, prosedural, birokratis dan tertutup. Sehingga kritik dan masukan mutlak dibutuhkan untuk memperkaya sudut pandang dan mencerahkan pemerintah supaya memprioritaskan keberpihakan kepada masyarakat dalam membahas dan menyusun kebijakan. Berikut ini adalah produk yang sudah dihasilkan oleh LP2STM dan layanan yang selama ini sudah dijalankan :
1. Produk
LP2STM telah berkontribusi terhadap meningkatnya kesadaran, pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan ristek serta mempengaruhi proses pengambilan kebijakan iptek oleh pemerintah dan legislatif. Produk-produk yang dihasilkan antara lain buku, policy/budget brief, konferensi, seminar, modul, software, website dan media belajar.
2. Layanan
Berikut ini adalah bentuk layanan yang dilakukan LP2STM :
a. Gerakan Riset Aceh (GRA)
LP2STM menetapkan Gerakan Riset Aceh (GRA) atau Gerakan Pengetahuan Riset Aceh sebagai sarana melakukan kerja-kerja rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengambil kebijakan baik di tingkat nasional maupun daerah. Adapun tujuan GRA ini adalah untuk menggerakkan semangat dan partisipasi aktif dalam mewujudkan tatanan dan menanamkan atau mentransfer kebiasaan ataupun nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat untuk melakukan suatu riset atau penelitian yang tepat guna dan inovatif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
b. Mypro Sainstek
Fungsi kajian atau analisis dilakukan terhadap data perencanaan dan anggaran sainstek yang sudah diolah untuk menghasilkan temuan-temuan terkait konsistensi perencanaan terhadap anggaran riset, efisiensi anggaran riset dan efektifitas kebijakan anggaran riset. Hasil analisis ini kemudian diproduksi menjadi catatan kritis, policy brief, budget brief, position paper dan press release.
c. Advokasi Riset
Upaya yang dilakukan untuk mencapai perubahan kebijakan diantaranya melalui public campaign, diskusi publik, roadshow, lobby, technical assistance dan public hearing
d. Tech in Learn ( Belajar Sainstek)
Berbagai peran yang dijalankan diantaranya adalah pengembangan kurikulum pendidikan, penyediaan wahana magang analisis dan fasilitasi pelatihan untuk mahasiswa, siswa menengah atas, dan umum.
LP2STM #RisetTeknologiDampak