SEJARAH

68 / 100 Skor SEO

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sekawan Teknokrat Mandiri (LP2STM) Aceh merupakan lembaga riset swasta yang berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan seni. Kehadiran LP2STM diwujudkan untuk mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi secara mandiri dan swadaya, dengan fokus pada penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Awal Mula Pendirian

LP2STM Aceh secara resmi berdiri pada 13 Oktober 2014, dipelopori oleh para pendiri visioner:

  • Zikrul Khalid

  • Anisa Silvia Rosalina

  • Lisma Luciana

  • Dan rekan-rekan lainnya

Pendirian lembaga ini memperoleh legitimasi hukum melalui Akta Notaris Nomor: 09 tanggal 13 Oktober 2014, yang disahkan oleh Notaris Evi Melwinta Morin, SH di Banda Aceh.

Penguatan Legalitas

Dalam perjalanannya, LP2STM terus memperkuat basis legalitas operasional melalui:

  • Surat Keterangan Domisili Nomor: 471.13/0830 tertanggal 16 Oktober 2014

  • Nomor Induk Berusaha (NIB): 0409210004344 (4 September 2021)

Transformasi Strategis

Menghadapi tantangan global dan integrasi sistem inovasi nasional, LP2STM melakukan transformasi kelembagaan dengan beralih di bawah badan hukum PT Lembaga Teknokrat Mandiri, dilengkapi dengan:

  • NPWP: 99.380.428.5-101.000

  • Nomor AHU: AHU-082766.AH.01.30.Tahun 2023

  • NIB Baru: 0912230021276

  • Tanda Daftar Lembaga Penelitian BRIN RI: D02503190

Transformasi ini sejalan dengan UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Tujuan Strategis

LP2STM Aceh menetapkan tujuan utama:

  1. Meningkatkan kualitas dan relevansi IPTEK di tingkat lokal, nasional, dan internasional

  2. Mendorong partisipasi aktif dalam sistem nasional riset dan inovasi

  3. Menjadi wadah kolaborasi bagi peneliti, pendidik, dan inovator lokal

Jaringan Keanggotaan

Hingga kini, LP2STM telah memiliki lebih dari 50 anggota yang terdiri dari peneliti dan dosen dalam dan luar negeri, profesor, konsultan, dan pengusaha.

Bidang Fokus Keahlian dan Prioritas Riset

LP2STM mengkhususkan diri pada bidang keahlian dan riset inovasi :

  • Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

  • Teknologi Kreatif dan Digital
  • Teknologi Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

  • Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Minyak, Gas, Kelautan) yang Berkelanjutan.
  • Teknologi Nanomaterial
  • Bioteknologi (Pangan, Kesehatan, Pertanian)
  • Energi Terbarukan
  • Pengembangan Lingkungan Berkelanjutan

  • Kesehatan dan Pengembangan Obat Tradisional
  • Dan Lain-Lain

Jaringan Kolaborasi

LP2STM membangun kemitraan strategis dengan berbagai institusi:

Perguruan Tinggi Lokal:

  • Universitas Syiah Kuala

  • UIN Ar-Raniry Banda Aceh

  • Universitas Malikussaleh

  • Universitas Serambi Mekkah

  • Universitas Jabal Ghafur

  • Universitas Muhammadiyah Aceh

  • STIKES Jabal Ghafur Sigli

  • STKIP Al-Washliyah Banda Aceh

  • STMIK Indonesia Banda Aceh

  • STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

  • Dan Lain-Lain

Perguruan Tinggi Nasional:

  • Universitas Budi Luhur Jakarta

  • Universitas Al Azhar Indonnesia
  • Universitas Trisakti
  • Universitas Bina Nusa

  • Universitas Gunadarma
  • Universitas Indonesia, UGM, ITB
  • Dan Lain-Lain

Mitra Industri dan Lembaga:

  • Sanger Production (CV. Perdana Mitra Handalan)

  • CV. Jasa Konsultan Indonesia

  • Pati Space (CV. Pati Jaya Konsultan)
  • Melek Techno (PT. Melek Techno Multimedia)
  • Melek AI (PT. Melek Artificial Indonesia)
  • Buraq Teknologi (PT. Buraq Teknologi Indonesia)
  • Relawan TIK
  • Relawan Jurnal Indonesia
  • Intelligent Systems Research Center
  • Scopus Journal Indonesia by SJI Community
  • Desa Digital Indonesia
  • DOSEN DOKTOR INDONESIA (DDI)
  • Dan Lain-Lain

Mitra Nasional dan Internasional:

  • Universitas Indonesia, UGM, ITB

  • Universitas Al-Azhar Indonesia

  • Universiti Malaysia Terengganu

  • Dan Lain-Lain

Peran dan Kontribusi

LP2STM berperan sebagai:

  1. Pusat Studi dan Riset Inovasi Teknologi (Badan Riset dan Inovasi Teknologi)

  2. Pengembang Publikasi Jurnal Ilmiah Online

  3. Pusat Pelatihan Riset Teknologi dan UMKM

  4. Wahana Pengembangan IPTEK Digital

  5. Pusat Dokumentasi dan Perpustakaan Digital

  6. Penyedia Konsultasi Pendidikan dan Penelitian

  7. Penyelenggara Kegiatan Ilmiah

  8. Penerbit LP2STM Press

  9. Bank Data Peneliti dan Tenaga Ahli

  10. Lembaga Sertifikasi Profesi Peneliti

Dasar Hukum Operasional

LP2STM berlandaskan pada:

  • UU RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

  • UU RI No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Komitmen Ke Depan

LP2STM Aceh berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui advokasi riset, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip independensi dan profesionalisme dalam setiap kegiatan ilmiahnya.

Peneliti/ Tenaga Ahli  

 

Inspiratif Tokoh Teknologi – B.J Habibie, Teknolog Jenius Indonesia yang Dikenal Dunia

Prof. Dr.-Ing. Ir. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng.lahir di Kota Pare-Pare Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Sang ayah merupakan seorang ahli pertanian dari Gorontalo dan memiliki keturunan Bugis. Sedangkan sang ibu asal Jawa dan merupakan anak dari dokter spesialis mata di Yogyakarta.

Habibie sudah menunjukkan kecerdasannya sejak dini dan memiliki ketertarikan khusus dengan fisika. Ia mengenyam studi Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dahulu bernama Universitas Indonesia Bandung pada tahun 1954.

Ia kemudian melanjutkan studi teknik penerbangan selama 10 tahun di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman. Habibie kemudian mendapatkan gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor konstruksi pesawat terbang pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Setelah lulus, Habibie kemudian bekerja di perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, yaitu Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) pada 1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer dari tahun 1969 hingga 1973.

Berkat kinerja dan kredibilitasnya, Habibie pun dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB pada 1973 sampai 1978 serta menjadi Penasihat Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978).

Perjalanan karier Habibie sangat cemerlang terutama dalam urusan desain dan konstruksi pesawat terbang. Selama bekerja di Jerman, Habibie menelurkan berbagai hasil penelitian dan sederet teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi Thermodinamika, Konstruksi, dan Aerodinamika. Beberapa teorinya yang dikenal dalam dunia pesawat terbang antara lain Habibie Factor, Habibie Theorem, dan Habibie Method.

Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto. Tak lama kemudian, Habibie ditunjuk sebagai Direktur Industri Pesawat Terbang Nusantara/IPTN dari 1976-1998, Direktur Utama Perum Dok dan Galangan Kapal pada 1978-1998, Direktur Utama PT Pindad pada 1983-1998 dan Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) dan Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (DPIS).

Pada 1978, ia juga diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek). Habibie menjabat sebagai menteri tersebut selama 20 tahun hingga 1998. Selain itu, BJ Habibie juga memimpin proyek pesawat N250 Gatotkaca yang menjadi pesawat pertama buatan Indonesia.

Saat menjabat Menristek Habibie memiliki visi untuk memajukan Indonesia dengan bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya industri strategis yang dikelola oleh PT IPTN, PT Pindad, dan PT PAL. Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat menjadi negara industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang pertama pada 1990. Puncak karier Habibie terjadi pada tahun 1998, di mana saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.

Habibie dikenal luas sebagai intelektual internasional dalam bidang teknologi, atas pemikiran, komitmen, dan dedikasinya dalam upaya memajukan Iptek di Indonesia. Semangat dan dedikasi Habibie diharapkan dapat terus mendorong pada ilmuwan insan terbaik bangsa dari berbagai disiplin Iptek, serta mereka yang telah membaktikan hidupnya untuk kesejahteraan, keadilan dan perdamaian untuk terus berkarya bagi bangsa Indonesia.