LP2STM.or.id – Banda Aceh, 25 Juli 2025 |Di tengah krisis integritas akademik yang semakin mengemuka di Indonesia, seruan reformasi menyeluruh terhadap ekosistem riset dan inovasi nasional semakin menguat. Fenomena jurnal predator, konferensi ilmiah fiktif, serta tekanan publikasi tanpa substansi telah memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk lembaga riset swasta.

Menanggapi situasi ini, Perkumpulan LP2STM-Aceh menegaskan perlunya arah baru dalam kebijakan riset nasional yang tidak hanya terfokus pada output formal, tetapi juga pada nilai integritas, relevansi sosial, dan keadilan akses penelitian. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pers release di Banda Aceh, Jumat (25/7), merespons pandangan dari Dr. Hasanudin Abdurakhman dan tim Malaka Cinematic yang menyingkap persoalan mendalam dalam dunia riset Indonesia.
“Riset kita hari ini bukan sekadar perlu diperbaiki, tetapi harus dipulihkan marwahnya sebagai jalan pencarian kebenaran dan pemecahan masalah bangsa,” tegas Zikrul Khalid, ST., MT., selaku Pendiri Perkumpulan LP2STM-Aceh.
Menurut Zikrul, krisis integritas yang merebak dalam dunia akademik Indonesia tak lepas dari tekanan administratif, budaya publikasi semu, dan lemahnya pengawasan terhadap entitas ilmiah non-akuntabel. Ia menyebutkan bahwa banyak potensi intelektual di daerah yang justru terpinggirkan karena sistem riset nasional yang terlalu terpusat dan formalistik.
“Kita butuh paradigma baru—bukan hanya rektifikasi teknis, tapi restorasi etik dan relevansi. Pemerintah harus mulai melihat lembaga riset swasta bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra strategis,” lanjut Zikrul.
Krisis Sistemik, Tanggung Jawab Kolektif
LP2STM-Aceh menyoroti bahwa perbaikan ekosistem riset tidak cukup dilakukan oleh lembaga negara seperti BRIN atau perguruan tinggi semata. Lembaga riset swasta, komunitas ilmiah independen, dan organisasi berbasis masyarakat harus diakui sebagai aktor penting dalam membentuk kebijakan riset yang lebih demokratis dan berdampak nyata.
Ketimpangan akses terhadap sumber daya riset, rendahnya keterlibatan lembaga lokal dalam pendanaan, serta absennya sistem verifikasi publikasi ilmiah yang kredibel menjadi beberapa hambatan utama yang diidentifikasi.
Empat Rekomendasi Strategis
Untuk membenahi krisis ini, LP2STM-Aceh mengusulkan empat langkah kebijakan strategis sebagai berikut:
Penerapan sistem registrasi dan lisensi jurnal serta konferensi ilmiah, untuk menekan proliferasi jurnal predator dan forum ilmiah palsu.
Skema insentif riset berbasis dampak nyata, seperti paten, adopsi teknologi oleh masyarakat, atau penyelesaian persoalan lokal.
Integrasi kelembagaan riset swasta ke dalam sistem pendanaan nasional, baik melalui skema BRIN, Bappenas, maupun tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Desentralisasi otoritas riset, agar daerah memiliki kemandirian dalam menentukan prioritas inovasi sesuai potensi dan kebutuhan lokal.
Riset Berbasis Komunitas dan Akar Rumput
LP2STM-Aceh juga menekankan pentingnya pendekatan riset yang berpihak pada petani, pelaku UMKM, generasi muda, serta desa-desa digital. Menurut Zikrul, pendekatan top-down terbukti tidak mampu menjawab kompleksitas persoalan daerah, dan perlu dilengkapi dengan pemberdayaan riset komunitas.
“Indonesia tidak kekurangan peneliti. Yang kurang adalah keberanian untuk mendobrak sistem yang tidak memberi ruang bagi inovasi dari pinggiran,” tambah Zikrul.
Sebagai bentuk komitmen, LP2STM-Aceh akan meluncurkan sejumlah program unggulan, seperti:
Teknokrat Mandiri Desa 2045
Inkubator Riset UMKM
Digitalisasi Layanan Publik Desa
Program-program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas inovasi lokal yang adaptif terhadap tantangan transformasi digital dan perubahan iklim.
Menuju Indonesia Emas 2045
Di akhir pernyataannya, LP2STM-Aceh menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai bila ekosistem riset masih dibebani oleh praktik-praktik tidak etis, birokratisasi berlebihan, dan minimnya keterlibatan publik.
“Kita tidak bisa berharap riset berkualitas dari sistem yang tidak sehat. Riset bukan sekadar laporan, tapi harapan. Dan harapan itu harus dikelola dengan kejujuran dan visi kebangsaan,” pungkas Zikrul.
Editor: Humas LP2STM
Kontak Media:
Perkumpulan LP2STM-Aceh
Jalan. Soekarno-Hatta No.25 Jaya Baru, Kota Banda Aceh
www.lp2stm.or.id
WhatsApp: +62 852-1717-1948
Email: teknokrat.mandiri@gmail.com
LP2STM #RisetTeknologiDampak