LP2STM.or.id — Banda Aceh, 3 Desember 2025 |
Gelombang banjir dan longsor besar yang melumpuhkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini memasuki fase kritis. Ribuan warga mengungsi, akses transportasi terputus, jaringan listrik padam, dan sejumlah wilayah masih terisolasi. Hingga hari ini, belum ada kepastian penetapan Darurat Bencana Nasional dari pemerintah pusat.

Melihat situasi yang semakin memburuk, Perkumpulan LP2STM Aceh secara tegas mendesak pemerintah pusat untuk segera menaikkan status penanganan menjadi Darurat Bencana Nasional.
Pernyataan Resmi LP2STM Aceh: “Ini Sudah Krisis Nasional”
Desakan ini disampaikan oleh:
Zikrul Khalid, Ketua Perkumpulan LP2STM Aceh
Dr. Ir. Saisa, ST., MT, Ketua Pengurus Harian LP2STM Aceh
Risma Sunarty, S.Si., M.Si, Akademisi UNMUHA & Kepala Pusat Riset Manajemen Bencana dan Perubahan Iklim LP2STM Aceh
Dalam keterangan resminya, LP2STM Aceh menegaskan bahwa eskalasi bencana di tiga provinsi besar tersebut sudah melewati batas kemampuan penanganan daerah.
“Ini bukan lagi bencana daerah. Ini sudah memenuhi indikator bencana nasional,” ujar Zikrul Khalid.
Ia menambahkan, keterlambatan penetapan status darurat nasional membuat penanganan lapangan berjalan lambat, distribusi logistik terhambat, serta alat berat tidak memadai untuk membuka jalur yang terputus.
Kerusakan Meluas, Logistik Mulai Menipis
LP2STM Aceh mencatat temuan di lapangan bahwa:
sejumlah wilayah masih terendam hingga 2 meter,
ribuan rumah rusak dan tidak dapat dihuni,
lebih dari puluhan titik longsor menutup jalur strategis,
warga di beberapa daerah mulai krisis air bersih dan pangan,
beberapa lokasi masih terisolasi dan belum tersentuh bantuan.
“Jika status tidak dinaikkan, potensi korban dan kerusakan bisa meningkat drastis,” tegas Dr. Saisa.

Prediksi BMKG: Cuaca Ekstrem Belum Berakhir
Kepala Pusat Riset Manajemen Bencana LP2STM Aceh, Risma Sunarty, mengingatkan bahwa curah hujan ekstrem diprediksi masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Bencana ini belum selesai. Justru berpotensi meluas. Negara harus bergerak lebih cepat dari bencana,” ujarnya.
Risma menjelaskan bahwa indikator bencana nasional — skala wilayah, dampak sosial-ekonomi, serta keterbatasan kapasitas daerah — semuanya sudah terpenuhi.
Seruan LP2STM Aceh: Tetapkan Darurat Bencana Nasional Sekarang
LP2STM Aceh mendesak pemerintah pusat untuk segera:
1. Menetapkan Status Darurat Bencana Nasional
Karena krisis di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah melampaui kapasitas provinsi.
2. Mengaktifkan Operasi Gabungan Skala Nasional
Melibatkan BNPB, Basarnas, TNI–Polri, Kementerian terkait, dan lembaga kemanusiaan.
3. Menggelar Dukungan Logistik Besar-Besaran
Pangan, obat-obatan, tenda, air bersih, layanan kesehatan, hingga dapur umum.
4. Mengirimkan Alat Berat dan Personel Teknis ke Titik Kritis
Terutama untuk membuka akses di wilayah yang terisolasi.
“Penundaan hanya menambah risiko. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi,” tegas LP2STM Aceh.
LP2STM Aceh Siap Menjadi Support System Nasional
Sebagai lembaga riset dan inovasi kebencanaan, LP2STM Aceh menegaskan komitmennya untuk menjadi support system bagi pemerintah daerah dan pusat, melalui:
Rapid Assessment (analisis cepat dampak bencana),
Tim teknis,
Penyediaan data ilmiah dan pemodelan risiko,
Kolaborasi dengan instansi pemerintah dan universitas, dan Lembaga Lainnya
Edukasi kebencanaan serta strategi pemulihan pasca-bencana berbasis komunitas.
“Ini Saatnya Negara Hadir!” — Penutup LP2STM Aceh
LP2STM Aceh menutup pernyataannya dengan menyerukan langkah luar biasa dari pemerintah pusat.
“Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang dalam kondisi darurat. Negara harus hadir sekarang, bukan nanti.”
Editor : Humas LP2STM-Aceh
Kontak Media:
Humas LP2STM-Aceh
humas@lp2stm.or.id
| https://lp2stm.or.id
LP2STM #RisetTeknologiDampak