LP2STM Soroti Listrik, BBM, dan LPG yang Masih Langka
LP2STM.or.id — Banda Aceh, 13 Desember 2025 |Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Pusat terus melakukan penanganan dan pemulihan pasca banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembersihan material banjir, pembukaan akses jalan, perbaikan jembatan, hingga distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Namun demikian, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sekawan Teknokrat Mandiri (LP2STM) menilai bahwa pemulihan tersebut belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya terkait stabilitas listrik, ketersediaan BBM, dan distribusi LPG yang hingga kini masih menjadi persoalan di beberapa daerah terdampak.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk terganggunya layanan kesehatan, pendidikan, aktivitas UMKM, serta distribusi bantuan kemanusiaan.

Tokoh Aceh di Jakarta, H. Muallim Syuib Unoe, yang juga mantan Ketua Umum Keluarga Alumni Asrama Mahasiswa (KALAM) FOBA Jakarta, menyampaikan bahwa pemulihan pasca bencana tidak boleh dipahami secara administratif semata.
“Pemulihan pasca bencana tidak bisa hanya diukur dari selesainya pembersihan lumpur atau dibukanya kembali akses jalan. Selama listrik belum stabil serta BBM dan LPG masih sulit diakses masyarakat, maka warga sejatinya masih berada dalam situasi krisis,” ujar H. Muallim Syuib Unoe.
Dalam rangka memperkuat pemulihan berbasis kebutuhan riil masyarakat, LP2STM menjalankan pendekatan citizen report dan riset kolaboratif melalui dua pusat risetnya, yakni Pusat Riset Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim (Pusri MBPI) dan Pusat Riset Energi dan Sumber Daya Mineral (Pusri ESDM).
LP2STM menghimpun dan memverifikasi laporan warga terkait:
Titik pemadaman listrik berkepanjangan,
Antrean dan kelangkaan BBM,
Kesulitan memperoleh LPG rumah tangga,
yang kemudian dipetakan dan disinkronkan dengan data resmi sebagai dasar rekomendasi kebijakan.

Kepala Pusri ESDM LP2STM, Dr. Ir. Saisa, ST.,MT menegaskan bahwa sektor energi harus menjadi indikator utama pemulihan pasca bencana.
“Energi adalah tulang punggung pemulihan sosial dan ekonomi. Tanpa listrik yang stabil serta distribusi BBM dan LPG yang lancar, masyarakat masih berada dalam fase darurat tersembunyi,” jelas Saisa.
LP2STM mendorong Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, PLN, dan Pertamina untuk:
Membuka peta pemulihan energi berbasis geospasial,
Menyediakan kanal pengaduan publik yang responsif,
Menjamin distribusi BBM dan LPG di wilayah terdampak bencana,
Melibatkan komunitas lokal dan akademisi dalam evaluasi pemulihan.
LP2STM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara suara warga, data lapangan, dan kebijakan publik, agar pemulihan pasca bencana benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Editor : Humas LP2STM-Aceh
Kontak Media:
Humas LP2STM-Aceh
humas@lp2stm.or.id
Home
LP2STM #RisetTeknologiDampak