LP2STM.or.id — Banda Aceh, 8 Desember 2025 | Kondisi energi di Aceh semakin mengkhawatirkan di tengah bencana banjir dan longsor. Meski pemerintah pusat melalui sejumlah media mengklaim bahwa “listrik di Aceh akan menyala 100 persen siang ini”, laporan warga dan temuan lapangan menunjukkan kondisi jauh berbeda. Warga masih menghadapi pemadaman listrik berkepanjangan, kelangkaan BBM, hingga kesulitan mendapatkan LPG.

Pemadaman Listrik Berhari-hari: Banyak Daerah Hidup Dalam KegelapanBerdasarkan laporan warga yang dihimpun LP2STM sejak 29 November hingga 8 Desember 2025, situasi di lapangan masih sangat berat:
Pemadaman hingga 2 hari berturut-turut di sejumlah wilayah.
Daerah yang hanya mendapat 3–5 jam listrik dalam sehari.
Desa di Pidie, Bireuen, dan Pidie Jaya melaporkan mati listrik 5–6 hari nonstop.
Dalam beberapa kasus, listrik hidup hanya satu malam, kemudian padam kembali.
Suasana ini diperkuat oleh keluhan warga yang disampaikan kepada tim LP2STM.
Seorang warga Pidie mengatakan dengan nada putus asa:
“Glah banjir, meukumat bak BBM ngoen mate listrik.”
(“Terlepas dari banjir, kami juga tersangkut kelangkaan BBM dan mati listrik.”)

Ungkapan ini mencerminkan kondisi warga yang harus berjuang bukan hanya melawan banjir, tetapi juga bertahan di tengah kelangkaan energi yang semakin menekan.
Kelangkaan BBM dan LPG: Warga Terjebak Krisis Energi Ganda
Selain listrik, Aceh juga mengalami krisis energi lain secara bersamaan, yakni kelangkaan BBM dan LPG.
Kelangkaan BBM
Antrian panjang terlihat di SPBU Aceh Besar, Pidie, dan Bireuen.
Warga harus menunggu hingga 3–4 jam untuk mendapatkan bensin atau solar.
Genset tidak bisa digunakan karena sulit mendapatkan bahan bakar.
Mobil evakuasi dan logistik juga terdampak.
Kelangkaan LPG
Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kg dari tanggal 1–8 Desember.
Harga LPG melonjak, terutama di pedalaman dan kawasan yang akses jalannya terputus.
Banyak keluarga tidak bisa memasak karena LPG tidak tersedia, sementara listrik padam dan BBM untuk kompor portable habis.
Seorang warga Pidie, Aceh mengeluh kepada tim LP2STM:
“Listrik mati, BBM tak ada, LPG hilang di pasar. Kami masak pun tak bisa. Hidup sangat susah sekarang.”
Krisis LPG ini memperburuk situasi warga di pengungsian dan rumah-rumah yang masih terisolasi banjir.
LP2STM: Klaim Pemulihan Listrik 100 Persen Tidak Selaras Dengan Fakta
Kepala Pusri ESDM LP2STM Aceh, Dr. Ir. Saisa, ST., MT, menegaskan bahwa klaim pemerintah pusat tidak sama dengan kondisi lapangan.
“Pemadaman masih terjadi luas, infrastruktur belum pulih, dan medan masih terhambat. Klaim 100 persen tidak sesuai realitas. Masyarakat masih menghadapi kegelapan, kelangkaan BBM, dan LPG secara bersamaan.”
Tim LP2STM memotret sejumlah titik jaringan PLN yang masih rusak, termasuk tiang tumbang, gardu tergenang lumpur, dan kabel distribusi yang belum terpasang kembali.
Kepala Pusri MBPI: Krisis Energi Ini Mengancam Ketahanan Warga
Risma Sunarty, S.Si., M.Si, Kepala Pusri MBPI, menilai situasi ini sangat serius:
“Warga menghadapi banjir, kelangkaan LPG, kelangkaan BBM, dan mati listrik berhari-hari. Ini adalah situasi darurat energi. Kondisi ini mengancam ketahanan keluarga dan memperlambat pemulihan pascabencana.”
Risma menegaskan bahwa pemulihan energi harus menjadi prioritas utama pemerintah untuk menghindari dampak yang lebih luas pada kesehatan, logistik, dan stabilitas sosial.
Jaringan Masih Banyak Yang Rusak
LP2STM mencatat sejumlah kerusakan teknis yang membuat pemulihan berjalan lambat:
Jaringan listrik belum tersambung di beberapa kecamatan.
Gardu dan jaringan distribusi masih bekerja di bawah kapasitas.
Jalur akses teknisi masih terhambat banjir dan longsor.
Kelangkaan BBM membuat operasional teknisi dan genset warga terganggu.
Kesimpulan Berita
Listrik Aceh belum pulih total, pemadaman 2–6 hari masih terjadi.
Warga menghadapi kelangkaan BBM dan kelangkaan LPG secara bersamaan.
Kondisi ini memperparah dampak banjir dan memperlambat pemulihan.
LP2STM Aceh menyatakan klaim pemulihan 100 persen tidak sesuai fakta lapangan.
Diperlukan percepatan pemulihan listrik dan distribusi energi secara terpadu.
Editor : Humas LP2STM-Aceh
Kontak Media:
Humas LP2STM-Aceh
humas@lp2stm.or.id
LP2STM #RisetTeknologiDampak