Dipimpin Kepala Pusat Riset Manajemen Bencana & Perubahan Iklim (Pusri MBPI) LP2STM
LP2STM.or.id — Banda Aceh, 8 Desember 2025 | Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sekawan Teknokrat Mandiri (LP2STM) meresmikan Program Gerakan Ketahanan Bencana, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca banjir dan longsor besar yang terjadi sejak akhir November 2025.

Program ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Riset Manajemen Bencana & Perubahan Iklim (Pusri MBPI) LP2STM bersama Tim Kecil LP2STM, yang terdiri dari peneliti multidisiplin, analis geospasial, relawan teknologi, serta anggota LP2STM yang memiliki fokus kuat pada riset kebencanaan dan pemulihan pasca-bencana.
Fokus Utama Program Gerakan Ketahanan Bencana LP2STM
1. Pemetaan Cepat dan Analisis Risiko
Menggunakan data satelit, laporan lapangan, citra drone, serta kanal pengaduan publik, tim Pusri MBPI LP2STM melakukan:
Pemetaan lokasi banjir dan longsor,
Identifikasi desa yang terisolasi,
Analisis akses logistik serta jalur evakuasi,
Penyusunan indeks kerentanan wilayah.
2. Kanal Pengaduan Publik dan Dashboard SITREP Terintegrasi
LP2STM membuka kanal pengaduan publik untuk laporan:
Gangguan Listrik – BBM – LPG,
Gangguan komunikasi dan internet,
Kerusakan akses jalan,
Kebutuhan air bersih dan logistik darurat,
Laporan warga berbasis geo-tagging.
Seluruh data dihimpun ke Dashboard SITREP LP2STM, yang terhubung dengan data BNPB dan laporan lapangan relawan.
3. Pendampingan Pemulihan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Program ini mencakup:
Rapid assessment di desa terdampak,
Pemulihan psikososial dan pendidikan darurat,
Pendampingan UMKM lokal yang kehilangan aset atau produksi,
Edukasi mitigasi bencana berbasis komunitas,
Promosi adaptasi perubahan iklim untuk masyarakat desa.
4. Advokasi Kebijakan dan Rekomendasi Teknis
LP2STM akan merumuskan rekomendasi berbasis riset untuk:
Pemerintah daerah dan pusat,
Pemerintah desa,
Instansi penanggulangan bencana.
Fokusnya meliputi tata ruang, konservasi DAS, infrastruktur ketahanan bencana, serta peringatan dini berbasis komunitas.
Pernyataan Kepala Pusri MBPI LP2STM
Kepala Pusat Riset Manajemen Bencana & Perubahan Iklim menegaskan bahwa respons bencana kali ini harus berbasis riset dan berorientasi jangka panjang:
“Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah peringatan keras bahwa perubahan iklim semakin memengaruhi pola cuaca ekstrem. Kita tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, tetapi sistem ketahanan yang dibangun sejak dari desa, berbasis data, riset, dan edukasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LP2STM berkomitmen mendukung pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemulihan inklusif dan adaptasi perubahan iklim yang berkelanjutan.

Tim Kecil LP2STM: Bergerak Cepat, Berbasis Data
Tim ini beranggotakan:
Peneliti kebencanaan,
Ahli lingkungan dan perubahan iklim,
Analis geospasial,
Analis energi dan infrastruktur kritis,
Relawan IT dan komunikasi digital,
Fasilitator desa dan pendamping UMKM.
Tim bekerja secara terintegrasi antara lapangan–data–analisis untuk memastikan keakuratan laporan publik dan dukungan bagi masyarakat terdampak.
Kesimpulan
LP2STM menegaskan bahwa Program Gerakan Ketahanan Bencana ini akan berfungsi sebagai motor penggerak pemulihan pasca bencana sekaligus wadah untuk membangun ketahanan jangka panjang di level desa, kabupaten, hingga provinsi.
Editor : Humas LP2STM-Aceh
Kontak Media:
Humas LP2STM-Aceh
humas@lp2stm.or.id
LP2STM #RisetTeknologiDampak 